Rabu, 06 April 2011

terus..

terus limpahkanlah..
limpahkanlah pada yang hak mendapatkannya
aku...
tolongggg,,limpahkanlah rasa puas tidur ya Alloh,,aku selalu mengantuk,,hmm,,coba saja aku g ngantuk ngantuk,ada berapa output yang bisa aku hasilkan ya,,dan ada berapa buku yang biasa aku baca setiap minggunya,,haduhh,,aku ngantuk banget,,

menjadi karyawan

pernahakah kalian menjadi karyawan PT?
tentu kalian tidak akan mau jika melihat status "buruh"yang ada,tapi bagiku dengan menjadi seorang karyawan PT JVC,ada banyak berkah yang aku dapatkan,dari itu aku belajar bersyukur,banyak banget yang harus aku syukuri,,berat awalnya,tapi penuh dengan nikmat,setiap detiknya adalah ujian dan rasa gembira,detik ketika harus lebih disiplin hidup,yup dari sinilah cara hidupku berubah total,yang tadinya kurang menghargai waktu,sekarang setiap detiknya begitu berharga,lalu,disiplin ibadah,banyak jadwal baru yang sangat istimewa menurutku,sayang kalu tidak tahajud,sayang kalau tidak dhuha.sayang kalau tidak membaca waqi'ah dan Ar Rahman,begitu juga sayang banget kalau tidak sempat membaca Asmaul husna,itu adalah suplemen berharga untuk jiwa ku yang selalau ditantang kesibukan ini itu,awas loh,semoga bukan sok sibuk,hehe,

dari JVC,alhamdulillah,bisa melanjutkan sekolah,insyaAllah
dari JVC,alhamdulillah bisa menunaikan kewajibanku pada yang masih tertangguhkan tanggungjawabnya
dari JVC,Alhamdulillah,bisa belajar Tahsin
dari JVC,Alhamdulillah bisa Liqo
dari JVC,alhamdulillah bisa hidup di Karawang
dari JVC,Alhamdulillah bisa jalan muter muter jabodetabek
dari JVC,Alhamdulillah bisa beli ntbook
dari JVC,Alhamdulillah bisa punya ide bisnis jamur
dari JVC,Alhamdulillah bisa jual pulsa
dari JVC,Alhamdulillah bisa jual gamis
dari JVC,Alhamdulillah bisa bikin kreatifitas soufenir meski masih senen kamis,hehe
dari JVC,Alhamdulillah ... masih banyak yang wajib aku syukuri
terimakasih ya Rabb,,RahmatMu menyelimuti setiap detak kehidupanku,semua hal dalam hidup ini memiliki peran hebat,,aku bersyukur,,aku bersyukur dengan semua yang terjadi dalam hidupku,semua yang telah terjadi,ada kehendakMu yaRabb yang menjadikan aku Dewasa,,AMIN,,Karena aku 19..

dan..

Pekerjaan inkubasi : hasil pekerjaan inokulasi setelah selesai, baglog atau media tanam dipindahkan ke ruangan inkubasi (ruang pertumbuhan miselium di dalam baglog atau media tanam), agar miselium tumbuh dengan baik, suhu ruang dikondisikan hangat. Secara berkala dicek pertumbuhan miseliumnya (amati dari permukaan plastik), bila menemukan baglog yang terkontaminasi (warnanya hijau atau hitam) segera dikeluarkan dan diulang lagi (dimasukkan) ke sterilisasi, setelah itu dimasukkan bibit jamur.

Pertumbuhan jamur : Pilihlah baglog atau media tanam yang miseliumnya sudah menyelimuti baglog 100 % dan dipindahkan ke ruangan pertumbuhan yang sudah dikondisikan suhu ruangan menjadi dingin dan lembab. Baglog yang sudah berada di dalam ruangan mulai dilakukkan pekerjaan pembukaan (pembesetan, lihat seperti gambar terlampir)
rawatlah permukaan baglog atau media tanam termasuk jaga suhu ruangan agar tetap stabil.

lagi

Pekerjaan sterilisasi baglog : adalah pekerjaan penentuan dari proses pembuatan baglog atau media tanam. Tujuan sterilisasi adalah mematikan unsur-unsur pertumbuhan jamur liar didalam baglog atau media tanam. Karena proses sterilisasi menggunakan sistem sterilisasi basah (tekanan uap air panas), maka yang harus diperhatikan adalah besaran apinya dan jam lama kerjanya (sekitar 14 - 16 jam dari kapasitas 600 baglog dengan ukuran kantong plastik 22/35).
Pendinginan baglog : setelah melewati fase sterilisasi, baglog atau media tanam dipindahkan atau dimasukkan ke ruangan inokulasi dan didiamkan selama 1 x 24 jam (agar menjadi dingin) sebelum diisi bibit jamur.

Pekerjaan inokulasi : adalah memindahkan bibit induk jamur ke dalam baglog atau media tanam. Dikerjakan diruangan tertutup yang steril (bersih) termasuk alat kerja dan tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan inokulasi.

cara membuat baglog jamur

bahan-bahan (serbuk gergajian kayu, dedak, CaCO3, CaSO4, tepung jagung, tepung gula atau dextros dan bibit induk jamur atau f2), tenaga kerja, alat-alat kerja, ruangan atau tempat kerja (terdiri dari gudang, tempat pengaduk (kompos, pewadahan), tempat sterilisasi, ruangan inokulasi, ruangan inkubasi dan ruangan pertumbuhan jamur).

Pencampuran bahan-bahan : semua bahan yang terdiri dari serbuk kayu, CaCO3, CaSO4, dedak, tepung jagung dan tepung gula (dextros) dijadikan satu kemudian diaduk-aduk menjadi satu kesatuan yang solid. Campurkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk. Setelah itu test kadar dan nilai pH (persyaratan diantara 6-7).

Pengkomposan adonan : bila adonan telah memenuhi persyaratan lakukkan pengkomposan dengan cara adonan ditutup menggunakan terpal diamkan selama minimu 2 x 24 jam.

Pewadahan adonan : memasukan adonan kedalanm kantong plastik PP dengan uk. 17x35 atau 22x35, dengan cara dipadatkan (sedang-sedang saja), kemudian dikat pakai rali rapia.

jamur

untuk menjaga kualitas hasil panen jamur tiram putih, perawatan terhadap baglog jamur haruslah optimal.
Untuk itu perlu terus dipantau dan dijaga kelembaban udara kumbung berkisar antara
90 - 95% dengan cara melakukan penyiraman dan pengabutan air secara teratur.
Penyiraman biasanya dilakukan pada pagi hari dan sore menjelang malam untuk menurunkan suhu sekaligus merupakan proses raising bagi baglog jamur yang belum tumbuh jamur.
Apabila telah muncul jamurnya, maka penyemprotan air dilakukan pada lantai dan
kumbung, tidak mengenai tubuh buah.
Plus minus menggunakan media jagung atau gergajian pada bibit F2 jamur tiram putih
Dalam membuat bibit F2, media yang paling banyak digunakan adalah media biji-bijian jagung, gabah, atau media campuran gergajian. Masing-masing media ini memiliki keunggulan dan kekurangan. Namun pada dasarnya semua media tersebut baik digunakan asalkan kualitasnya tetap diperhatikan.

Baglog yang diinokulasi F2 media gergajian hari ke-3

Baglog yang diinokulasi F2 media jagung

Bibit F2 dengan media jagung
Untuk membuat bibit F2 dengan media jagung, proses pembuatannya sama dengan membuat F1, hanya nantinya bibit yang diinokulasikan adalah bibit F1.Langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Pilih jagung dengan kualitas baik, baru, mulus tidak ada lubang-lubang bekas ulat.
2. Cuci jagung dengan menggunakan air hingga bersih, pisahkan dengan kotoran.
3. Rendam jagung selama 1 malam atau 2 malam.
4. Cuci kembali jagung hasil rendaman tersebut
5. Rebus di air mendidih hingga agak lunak (jangan terlalu lunak)
6. Tiriskan pada tempayan bambu selama kurang lebih 20 menit hingga kadar airnya berkurang
7. Masukkan ke dalam botol dan tutup dengan plastik tebal
8. Sterilisasikan di autoclave selama kurang lebih 30 menit pada tekanan 2BAR.
9. Keluarkan dan tunggu hingga suhu agak dingin sekitar 38 derajat C
10. Lalu inokulasikan bibit jagung F1

video
Keunggulan bibit F2 jagung adalah:

* Perkembangan miselium pada bibit F2 lebih cepat, sekitar 15 hari dari inokulasi sudah dapat dipergunakan. Berikut ini adalah foto perkembangan miselium pada bibit F2 media jagung hari ke-2, hari ke-4, dan hari ke- 8. tampak pada hari ke-8 sudah mencapai 70%.
* Kualitas bibit lebih baik karena menggunakan media murni (jagung).
* Reaksi perkembangan miselium pada baglog jamur tiram putih lebih cepat dan kuat

Kekurangan bibit F2 media jagung adalah:

* Pembuatannya relatif lebih sulit (rentan terhadap kontaminasi)
* Pemilihan jenis jagung dengan kualitas baik terkadang tidak mudah
* Jika pada kumbung banyak hama tikus, bibit F2 media jagung beresiko untuk digunakan, karena seringkali baglog rusak karena bibit jagung yang terdapat pada baglog dimakan oleh hama tikus

Bibit F2 media gergajian
Membuat bibit F2 dengan menggunakan media gergajian yang perlu diperhatikan adalah kualitasnya. Media campuran gergajian ini digunakan karena lebih sedikit resikonya, tetapi hendaknya dibuat dengan campuran konsentrat agar bisa mendekati kualitas dari bibit media jagung. Proses pembuatannya adalah:

1. Siapkan gergajian yang telah dicampur kapur dan dibiarkan selama kurang lebih 3 minggu.
2. Kalau bisa pilih jenis gergajian dengan gradasi lebih besar/kasar.
3. Beri sedikit kalsium dengan kadar 1%
4. Taburkan beras jagung dengan perbandingan 1
5. Taburkan bekatul/dedak kualitas baik dengan perbandingan 2
6. Gergajian tadi perbandingan nya 3. Jadi takarannya 1:2:3 (beras jagung:bekatul:gergajian)
7. Campur hingga merata, lalu masukkan ke dalam botol, tutup dengan plastik tebal
8. Sterilisasikan menggunakan autoclave pada tekanan 2,5BAR selama kurang lebih 60 menit.
9. Keluarkan dan biarkan mendingin hingga suhu kurang lebih 38 derajat C
10. Inokulasikan bibit F1 kedalam media tadi


video

Kelebihan bibit F2 media gergajian adalah:

* Jika dibuat dengan perbandingan konsentrat tadi, maka kualitas sudah mendekati media murni biji-bijian jagung
* Resiko pada baglog lebih kecil karena media sudah sesuai (sama-sama gergajiannya dengan baglog)
* Lebih mudah dibuat (jarang kontaminasi)
* Tidak beresiko terhadap hama tikus

Kekurangan bibit F2 media gergajian adalah;

* Kekuatan bibit sedikit lebih rendah daripada bibit F2 media jagung
* Proses perkembangan miselium bibit F2 lebih lama daripada media jagung, ini wajar karena media gergajian lebih rapat rongga-rongganya daripada media jagung.

Karakter tumbuh jamur nantinya untuk baglog yang diinokulasikan dengan media jagung dan media gergajian juga sedikit berbeda pada panen pertama. untuk media jagung karena nutrisi lebih tinggi, biasanya karakter tumbuhnya bergerombol banyak tetapi kecil-kecil, untuk media gergajian normal saja.

Namun pada panen ke-2 dan seterusnya akan terpantau sama. Rekapitulasi hasil panen jamur biasanya juga sama saja..
Jadi, kesimpulannya dengan memperhatikan plus minus tadi, silahkan saja memilih, mau menggunakan media jagung, atau gergajian bibit F2 pada proses pembuatan baglog jamur tiram putih..